Jenis-Jenis Seleksi Kondisi pada PASCAL

Dalam pascal terdapat macam-macam dari kondisi, yaitu :


• If (kondisi) Then (Ekspresi1) Else (Ekspresi2)
Pernyataan percabangan/kendali/bersyarat merupakan pernyataan yang akan mengeksekusi suatu pernyataan yang mengikutinya bila suatu persyaratan dipenuhi. Salah satu pernyataan kendali untuk pengambilan keputusan dalam Pascal adalah pernyataan If … Then … Else …
Bentuk umum :
   IF kondisi THEN
   “Statemen 1”
   ELSE
   “Statemen 2”
kondisi :
dimana ungkapan boolen yang menghasilkan nilai benar atau salah ,statemen 1, statemen 2 : pernyataan-pernyataan tunggal/majemuk. Dalam Pascal, pernyataan majemuk adalah kumpulan dari beberapa pernyataan yang diawali dengan kata baku BEGIN dan diakhiri oleh kata baku END, yang dianggap sebagai sebuah pernyataan tunggal.
Maksudnya : bila kondisi bernilai TRUE (benar) maka akan dikerjakan statemen 1 dan statemen 2 dilewati, sedangkan jika kondisi bernilai FALSE (salah) maka akan dikerjakan statemen 2 dan statemen 1 dilewati.
Untuk pernyataan IF yang berkalang (ada pernyataan IF yang lain dalam pernyataan IF), ELSE selalu berpasangan dengan dengan IF yang terletak sebelum dan yang paling dekat dengan ELSE tersebut, serta terletak dalam blok pernyataan yang sama.
Catatan :
  1. Di dalam IF boleh ada IF (pernyataan IF yang berkalang)
  2. Jika diinginkan kondisi = FALSE tidak mengerjakan apa-apa, maka      ELSE tidak perlu dituliskan.
  3. Pernyataan ELSE tidak diakhri dengan ; (titik koma) begitu pula      baris pernyataan sebelum ELSE.
Berfungsi jika sesuai dengan kondisi maka ekspresi1 dijalankan, jika tidak sesuai maka ekspresi2 di jalankan . Pernyataan percabangan / kendali / bersyarat merupakan pernyataan yang akan mengeksekusi suatu pernyataan yang mengikutinya bila suatu persyaratan dipenuhi.
Bentuk Umum :
   IF KONDISI THEN
   STATEMENT 1
   ELSE
   STATEMENT 2

• Select Case
Apabila kondisi ynag didefinisikan di dalam statemen if semakin banyak maka hal tersebut tentu akan menjadi hal yang cukup kompleks. Oleh karena itu Pascal menyediakan alternative lain untuk itu ,yaitu statemen case. Dalam statemen case, nilai-nilai konstan yang di definisikan sebagai nilai pilihan harus bersifat unik dan berasal dari tipe ordinal ( misalnya char, interger, byte, Boolean ). Nilai tersebut harus juga berupa nilai konstan ( tidak boleh berupa variable maupun eksperesi).
Bentuk umum pendifinisian statemen case sebagai berikut :
   case (eksperesi) of
      nilai_konstan1 : statemen1;
      nilai_konstan2 : statemen2:
      . . .
      else
          statemen_default :
   end;
statemen default di atas pada bagian else bersifat opsional. satu hala yang harus anda perlu tahu ,dalam menggunakan case, yaitu apabila kita ingin menuliskan beberapa statemen unutuk satu nilai konstan tertentu, maka kita harus menempatkan statemen-statemen tersebut di dalam blok begin . .  .end .
Digunakan untuk emnjalankan satu blok perintah yang jumlahnya banyak. CASE .. OF 
Digunakan untuk pengambilan keputusan jika terdapat lebih dari 2 alternatif jawaban yang tersedia.
Bentuk Umum:
   CASE UNGKAPAN OR
   LABEL 1 : STATEMENT 1
   LABEL 2 : STATEMENT 2
   LABEL n : STATEMENT n
   END;
Bentuk penulisannya adalah sebagai berikut :
   Select Case (variabel)
   Case (nilai1)
     (blok perintah1)
   Case (nilai2)
     (blok perintah2)
   Case (nilai3)
     (blok perintah3)
   (dst)
   End select

STATMENT DAN CONTOH PROGRAM
• If Kondisi Then Statement
Ungkapan adalah kondisi yang diseleksi oleh statement If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses statement berikutnya.
Misalnya :
   If Pilihan = 2 Then
   Begin{ jika kondisi terpenuhi, Yaitu jika pilihan = 2 }
   ......
   ......
   End
   Else{ jika kondisi tidak terpenuhi, yaitu jika pilhan tidak sama    dengan 2}
   Begin
   .......
   .......
   End;

Contoh Program :
   Uses Crt;
   Var
     Nilai : Real;
   Begin
     Write ('Jumlah Nilai :');
     Readln (nilai); { Pemasukan data }
     If nilai > 60 Then { seleksi kondisi variabel nilai }
     Writeln('Lulus') {Dilaksanakan jika nilai lebih besar dari 60 }
     Else
       Writeln('Tidak lulus'); { Dilaksanakan jika variabel nilai                                     lebih kecil dari 60 }
   End.

Hasil :
Jika kita Memasukan 40 pada varibel nilai, Maka program diatas akan mencetak Tidak lulus. 

• If tersarang (nested If)
Struktur If tersarang merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut :

   If kodisi1 Then atau If Kondisi1 Then
   If kondisi2 Then Begin
   statemen1 IF kondisi2 Then
   Else statemen1
   statemen2; Else
   statemen2
   End; 

• Case - Of
Struktur Case – Of mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang mempunyai tipe sama dengan selector.
Statement yang mempunyai case label yang bernilai sama dengan case label yang bernilai sama dengan nilai selector akan diproses sedang statemen yang lainya tidak.

Bentuk struktur dari Case - Of:
   Case Variabel Kondisi Of
   Case – Label 1; Statement 1;
   Case – Label 2; Statement 2;
   Case – Label 3; Statement 3;
   Case – Label 4; Statement 4;
   ........
   ........
   Case – Label n ; Statement n ;
   End ; { end dari case }

Daftar Case label dapat berupa konstanta, range dari konstanta yang bukan bertipe real.

Contoh program ;
   Program nilai;
   Var
     nil : Char ;  
   Begin
     Write ('Nilai Numerik yang didapat :');
     Readln (nil);
     Case nil Of
      'A': Writeln ('Sangat Baik’);
      'B': Writeln('Baik’);
      'C': Writeln('Cukup');
      'D': Writeln('Kurang');
      'E': Writeln('Sangat Kurang');
     End;
   End.

Hasil : Nilai Numerik yang didapat : B Input Baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar